TIDAK SEPERTI LEBAH LAIN YANG KERAP MENYENGAT MANUSIA,
LEBAH INI JUSTRU TIDAK MENYENGAT SAAT MENGHISAP KERINGAT DI LENGAN ATAU
KAKI MANUSIA
Sebuah spesies lebah baru ditemukan di kota New York. Dikutip dari
laporan Wall Street Journal, serangga kecil itu, berukuran sama besar
dengan biji wijen, menghisap “madu” yang paling banyak di kota tersebut,
yakni keringat.
“Mereka memanfaatkan manusia untuk mendapatkan garam,” kata John Ascher, entomolog yang pertama kali menemukan spesimen dari spesies itu di tahun 2010 lalu saat tengah berjalan-jalan di Prospect Park, Brooklyn, dekat tempat tinggalnya. “Mereka mendarat di tangan Anda lalu menghisap keringat,” ucapnya.
Amerika Utara merupakan rumah bagi ribuan spesies lebah lokal. Lebah madu impor jauh lebih sering mendapatkan perhatian dibanding lebah lokal. Cukup wajar mengingat madu dan sarang lebah sangat
tinggi nilainya, sejak zaman Firaun sampai era pertanian komersial saat ini. Namun, kini lebah lokal Amerika Utara mulai merebut perhatian.

“Mereka memanfaatkan manusia untuk mendapatkan garam,” kata John Ascher, entomolog yang pertama kali menemukan spesimen dari spesies itu di tahun 2010 lalu saat tengah berjalan-jalan di Prospect Park, Brooklyn, dekat tempat tinggalnya. “Mereka mendarat di tangan Anda lalu menghisap keringat,” ucapnya.
Amerika Utara merupakan rumah bagi ribuan spesies lebah lokal. Lebah madu impor jauh lebih sering mendapatkan perhatian dibanding lebah lokal. Cukup wajar mengingat madu dan sarang lebah sangat
tinggi nilainya, sejak zaman Firaun sampai era pertanian komersial saat ini. Namun, kini lebah lokal Amerika Utara mulai merebut perhatian.
Lebah keringat lokal seperti ini
memang tidak populer di luar kalangan akademisi. Tidak seperti lebah
madu yang awalnya diimpor dari Eropa, lebah lokal tidak banyak membuat
madu. Meski begitu, lebah keringat jarang menyengat. Tingkat kekuatan
sengatan mereka, dalam skala Schmidt Sting Pain Index tercatat berada di
posisi terendah yakni di skala satu (maksimum skala empat) pada daftar
tersebut.
Lebah ini juga lebih suka pada orang yang berkeringat karena makanan manusia umumnya cukup asin sehingga peluh mereka mengandung banyak nutrisi penting yang mereka butuhkan. Tetapi, sebagian besar orang tidak akan menyadari saat seekor lebah kecil sebenarnya tengah mendarat di lengan atau kaki mereka.
Dari data terakhir, setidaknya ada 250 spesies lebah lokal yang diketahui bersarang di trotoar kota New York, rambu lalu-lintas, taman-taman, dan pot bunga di balkon atas. Menurut para entomolog, jumlah ini kemungkinan lebih besar dibandingkan dengan jumlah spesies lebah yang tinggal di kota-kota utama lain di seluruh dunia. “Bagi spesies tertentu, kota besar sama bagusnya dengan kawasan alami,” kata Ascher.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Wall Street Journal)
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Berkomentar